Minggu, 16 Oktober 2022

Sistem Reproduksi Pada Manusia

 

Sistem Reproduksi Manusia, dari Organ hingga Fungsinya

Sistem Reproduksi Manusia, dari Organ hingga Fungsinya

Manusia bisa memiliki keturunan karena tubuhnya memiliki organ dan sistem reproduksi. Namun, masih banyak orang belum paham bagian dan fungsi dari sistem reproduksinya sendiri. Apa saja bagian organ reproduksi beserta fungsinya?

Sistem reproduksi pria

sistem reproduksi pria

Sistem reproduksi pria terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian luar dan dalam. Setiap bagian tentu memiliki fungsi masing-masing yang sangat vital.

Dilansir dari Cleveland Clinic, berikut anatomi sistem reproduksi pria.

1. Penis

Penis adalah organ seks pria yang terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pangkal (radix), batang (corpus), dan kepala (glans). Pada umumnya, organ ini akan mencapai ukuran maksimal selama masa puber.

Pada ujung kepala penis, terdapat uretra yang merupakan saluran untuk mengeluarkan urine dari tubuh. Saluran ini juga berfungsi untuk mengeluarkan cairan mani ketika mencapai klimaks (orgasme).

Pada sepanjang batang penis, terdapat jaringan yang dinamakan korpus kavernosum. Saat jaringan ini dipenuhi darah, penis akan menjadi kaku dan mengalami ereksi.

2. Skrotum

Skrotum merupakan sebuah kantong kulit yang longgar dan menggantung di belakang penis. Di dalam skrotum, terdapat sepasang organ sekaligus kelenjar yang disebut testis.

Selain melindungi testis, skrotum juga mendukung fungsi testis dalam memproduksi sperma. Otot-otot khusus pada dinding skrotum memungkinkan testis untuk menjaga suhu optimal bagi produksi sperma.

3. Testis

Testis merupakan organ berbentuk oval di dalam kantung sebelah kanan dan kiri bagian belakang penis. Fungsinya untuk memproduksi dan menyimpan sperma.

Organ yang biasa disebut buah zakar ini juga berperan dalam produksi hormon testosteron. Fungsi testosteron yaitu menghasilkan sperma dan memberi perubahan pada tubuh selama pubertas.

Biasanya, testis pria akan mulai tumbuh sekitar usia 1013 tahun. Ukuran testis setiap pria berbeda-beda, tetapi rata-rata panjangnya sekitar 5–7,5 cm dengan lebar 2,5 cm.

4. Epididimis

Epididimis merupakan saluran yang terletak di belakang testis. Fungsinya membawa sperma dari testis menuju vas deferens (saluran panjang untuk menyalurkan sperma matang), untuk kemudian dikeluarkan melalui uretra.

5. Alat reproduksi bagian dalam

Tak hanya di luar, alat reproduksi pria juga terdapat di dalam tubuh. Berikut organ dan struktur yang terlibat di dalamnya.

  • Vas deferens: saluran yang berfungsi sebagai jalur keluarnya sperma.
  • Vesikula seminalis: kantong yang menempel pada vas deferens dengan fungsi memproduksi air mani dan membantu proses ejakulasi.
  • Saluran ejakulasi (ejaculatory ducts): saluran gabungan antara vesikula seminalis dan vas deferens.
  • Uretra: saluran untuk mengeluarkan air mani yang telah bercampur sperma ketika ejakulasi.
  • Kelenjar prostat: kelenjar dengan fungsi memproduksi cairan yang melindungi dan menutrisi sel sperma.
  • Kelenjar bulbouretral: kelenjar yang memproduksi cairan untuk melumasi uretra dan menetralkan keasaman sisa urine di dalamnya.

Sistem reproduksi wanita

Seperti pada pria, sistem reproduksi wanita terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi masing-masing. Berikut sejumlah organ reproduksi wanita beserta fungsinya.

1. Vulva

Vulva adalah bagian luar dari alat reproduksi wanita yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang.

Bagian depan vulva yang ditumbuhi rambut kemaluan disebut mons pubis. Selain itu, terdapat klitoris, bukaan uretra, serta labia yang terbagi menjadi dua.

  • Labia mayora atau bibir besar: bagian ini mengandung banyak kelenjar keringat dan minyak. Usai pubertas, labia mayora akan ditutupi rambut-rambut halus.
  • Labia minora atau bibir kecil: berada di dalam labia mayora, mengelilingi lubang vagina dan uretra.

Sementara itu, klitoris merupakan tonjolan kecil yang berada di dalam labia minora. Klitoris dikelilingi banyak saraf sehingga sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa menegang (ereksi).

2. Vagina

Vagina merupakan saluran yang menghubungkan serviks (leher rahim) ke bagian luar tubuh. Letak vagina tepatnya di belakang kandung kemih, agak lebih rendah dari rahim.

Beberapa fungsi vagina meliputi:

  • jalan lahir bayi saat persalinan,
  • tempat keluarnya darah saat menstruasi, dan
  • jalur akses sperma untuk menuju rahim.

3. Rahim (uterus)

sistem reproduksi wanita

Rahim merupakan organ kecil berongga yang berada di antara kandung kemih dan dubur. Organ dengan bentuk seperti buah pir ini memiliki banyak fungsi penting dalam proses reproduksi.

Selama siklus menstruasi normal, lapisan rahim (endometrium) akan menebal. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan kehamilan.

Jika terjadi pembuahan, rahim akan menjadi rumah bagi embrio untuk tumbuh dan berkembang. Namun, jika tidak ada pembuahan, lapisan rahim akan keluar dari vagina saat menstruasi.

4. Ovarium

Ovarium merupakan sepasang kelenjar kecil berbentuk oval di sisi kanan dan kiri rongga panggul, bersebelahan dengan bagian rahim atas.

Fungsi organ reproduksi wanita ini ialah menghasilkan sel telur. Selain itu, ovarium juga menghasilkan hormon seks seperti estrogen dan progesteron.

5. Tuba falopi (oviduk)

Tuba falopi merupakan dua saluran panjang yang membentang pada bagian atas rahim ke ujung masing-masing ovarium. Fungsi organ ini sebagai saluran bagi sel telur untuk bergerak dari ovarium menuju rahim.

Konsepsi, alias pembuahan sel telur oleh sperma, terjadi di saluran tuba falopi. Nantinya, sel telur yang berhasil dibuahi di saluran tuba falopi akan bergerak menuju rahim.

Share:

Minggu, 09 Oktober 2022

Mengenal Kata baku,Imbuhan dan Kalimat Efektif

Apa yang dimaksud kata baku dan kemudian bagaimana ciri kata baku?

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) dan KBBI atau kata-kata yang lazim digunakan dalam situasi formal atau resmi yang penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang dibakukan.

Ciri-ciri kata baku:

  1. Tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah
  2. Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing
  3. Digunakan sesuai dengan konteks kalimat
  4. Tidak mengandung arti pleonasme; kata-kata yang berlebihan, misalnya agar supaya bagus hasilnya

Ciri-ciri kata tidak baku:

  1. Dipengaruhi oleh bahasa daerah
  2. Dipengaruhi oleh bahasa asing
  3. Banyak digunakan dalam bahasa gaul (percakapan sehari-hari)

Mengapa memengaruhi dan bukan mempengaruhi?

Kata berimbuhan : (me- dan pe-)

Melebur

K-T-S-P

Kata dasar, huruf ke-2 vokal,

Kata dasar, huruf ke-2 konsonan

Me + sontek  maka menjadi menyontek

Me + pukul maka menjadi memukul

Me + tinju maka menjadi meninju

Me + simpan maka menjadi menyimpan

Mendapat awalan pe-, contoh:

pe + proses maka menjadi pemrosesan

pe + prakarsa maka menjadi pemrakarsa

 

Kata berimbuhan : (me- dan pe-)

Tidak melebur – K-T-S-P

Kata dasar, huruf ke-2 konsonan

Kata dasar –  imbuhan bertingkat (me- dan pe-)

Contoh:

Mengkritik akan menjadi me + kritik

Mentraktir akan menjadi me + traktir

Contoh:

Memperhatikan akan menjadi me + pe + hati

Kalimat Efektif

Menurut Tutik Wahyuni dalam buku Sintaksis Bahasa Indonesia Pendekatan Kontekstual (2020), kalimat efektif merupakan susunan kalimat yang bisa mengungkapkan gagasan, pikiran serta perasaan yang tepat, ditinjau dari struktur, diksi dan logikanya.

Syarat Kalimat Efektif

  1. Sesuai PUEBI
  2. Sistematis
  3. Tidak Boros dan Bertele-tele
  4. Tidak Ambigu

Ciri-ciri Kalimat Efektif

1.Kesepadanan Struktur

  • Kalimat yang dibuat mengandung unsur klausa minimal yang lengkap, yakni subjek dan predikat.
  • kata depan (preposisi) tidak diletakkan di depan subjek karena akan mengaburkan pelaku di dalam kalimat
  • Predikat kalimat tidak didahului oleh kata ‘yang’
  • Tidak terdapat subjek ganda

2.Kehematan Kata:

  • Hilangkan pengulangan subjek
  • Hindari kesinoniman dalam satu kalimat
  • Perhatikan kata jamak

3.Kecermatan Penalaran

artinya harus memperhatikan pemilihan kata-kata supaya tidak menimbulkan makna ganda.

Contoh: Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.

4.Kelogisan Bahasa

Artinya, ide pada kalimat efektif tersebut dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh:

  • Waktu dan tempat kami persilakan.
  • Jenazah wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di sekitar pasar.
Share:

Recent Comments

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Blogger templates

BTemplates.com